Dalam hidup ini
pastilah kita menginginkan segala hal yang terbaik, keluarga terbaik,
suami/istri terbaik, anak-anak yang tebaik, tempat tinggal yang terbaik,
kendaraan yang terbaik, dan seterusnya. Berkaitan dengan hal-hal yang terbaik suatu
ketika Ibnu ‘Abbas r.a ditanya tentang hari terbaik, bulan terbaik dan amal
terbaik, maka jawabannya adalah :
1. Hari yang terbaik adalah hari Jum’at, dikarenakan
hari ini adalah penghulunya (tuannya) hari yang Allah SWT berikan pada ummat
Nabi Muhammad SAW. * Ibnu Abbas r.a pun wafat padahari Jum’at.
2. Bulan yang terbaik adalah bulan Ramadhan, karena
di bulan ini turunnya kitab suci Al-Qur’an, di dalamnya terdapat pula malam
Lailatul Qodar , di bulan ini di wajibkan untuk berpuasa, pahala orang yang
melakukan amalan sunnah di bulan ini seperti pahala melaksanakan amal yang
wajib. Seorang Ulama yang bernama Abu
Bakar Al-Waroq mengatakan : Bulan Rajab adalah bulan untuk MENANAM, bulan Sya’ban adalah bulan untuk MENYIRAMI
tanaman, dan bulan Ramadhan adalah bulan untuk MENDAPATKAN/MEMANEN hasil dari tanaman tersebut.
3. Amal terbaik adalah shalat lima (5) waktu tepat
pada waktunya (awal waktu), sebab shalat adalah pintunya amal-amal kebaikan,
jika baik shalat nya maka akan baik pula amal-amal lainnya, sebaliknya jika
rusak shalatnya, maka rusak pula amal-amal lainnya.
Itulah jawaban Ibnu
‘Abbas r.a, kemudian oleh sahabat yang lain jawaban Ibnu ‘Abbas tersebut
diberitahukan kepada Ali bin Abi Tholib r.a kemudian Ali pun berkata : Jika
saja para Ulama, Ahli Hikmah dan ahli Fiqih dari timur sampai barat (seluruh
dunia – red) ditanya akan tiga hal tersebut di atas pasti mereka akan menjawab
sebagaimana jawabannya Ibnu ‘Abbas r.a, kecuali saya (Ali), menurut saya :
1. Sebaik-baik amal adalah amalan yang diterima oleh Allah
SWT.
Baik
amalannya sedikit maupun banyak, sebab belum tentu amal kebaikan diterima oleh
Allah SWT jika niat nya bukan semata-mata ber-ibadah pada Allah SWT melainkan
ada maksud-maksud lain seperti ingin dipuji, ingin dihormati dan sebagainya,
atau amal kebaikan namun cara nya tidak benar seperti bersedekah dengan
menggunakan harta haram dan lainnya. Yang perlu digarisbawahi adalah jadikan
amal kita diterima oleh Allah SWT.
2. Sebaik-baik bulan adalah bulan dimana kita
ber-Taubat kepada Allah SWTdengan Taubat Nasuha.
Taubat
Nasuha menurut Ibnu Ibnu ‘Abbas r.a adalah Penyesalan di dalam hati, Istighfar
(mohon ampun) dengan lisan, menghindar/menjauhkan (badan) dari berbuat maksiat
dan bertekad untuk tidak kembali lagi berbuat sesuatu yang dilarang Allah SWT.
Sementara
pendapat lain mengatakan Taubat Nasuha adalah Tidak menyisakan sedikit pun dari
perbuatan kemaksiatan pada Allah SWT baik saat sendiri maupun ketika banyak
orang.
3. Sebaik-baik hari adalah hari dimana engkau keluar
dari dunia menuju Allah(wafat) dalam keadaan ber-iman pada Allah SWT.
Tiada
yang lebih indah kecuali hari dimana kita meninggal membawa ke-imanan pada
Allah SWT, iman sesuatu yang nilai nya tak terhingga yang baru akan kita
rasakan jika nyawa (ruh) telah berpisah dari badan ini, dari itu kita
diperintah oleh Rasul SAW untuk senantiasa memperbaharui ke-imanan kita dengan
mengucapkan kalimat Laa ilaha illallah, dimana dalam kalimat tersebut
terkandung tidak ada yang patut disembah, tidak ada yang patut ditaati, tidak
ada yang patut dimintakan pertolongan kecuali Allah SWT, tempat kita bergantung
dalam hidup ini, berserah diri. Sebab ketergantungan kita pada makhluq akan
berakhir pada kekecewaan, namun jika bergantung/berserah diri pada Allah SWT
itulah langkah yang benar sebab Allah adalah sang Kholiq yang Maha tahu akan
permasalahan-permasalahan makhluq-Nya.
Materi
Kultum Dzuhur 18 September 2012 Di Masjid Jami’ Al-Ihsan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar