Home

Jumat, 29 Agustus 2014

Yang TERBAIK

Dalam hidup ini pastilah kita menginginkan segala hal yang terbaik, keluarga terbaik, suami/istri terbaik, anak-anak yang tebaik, tempat tinggal yang terbaik, kendaraan yang terbaik, dan seterusnya. Berkaitan dengan hal-hal yang terbaik suatu ketika Ibnu ‘Abbas r.a ditanya tentang hari terbaik, bulan terbaik dan amal terbaik, maka jawabannya adalah :
1.       Hari yang terbaik adalah hari Jum’at, dikarenakan hari ini adalah penghulunya (tuannya) hari yang Allah SWT berikan pada ummat Nabi Muhammad SAW. * Ibnu Abbas r.a pun wafat padahari Jum’at.

2.       Bulan yang terbaik adalah bulan Ramadhan, karena di bulan ini turunnya kitab suci Al-Qur’an, di dalamnya terdapat pula malam Lailatul Qodar , di bulan ini di wajibkan untuk berpuasa, pahala orang yang melakukan amalan sunnah di bulan ini seperti pahala melaksanakan amal yang wajib.  Seorang Ulama yang bernama Abu Bakar Al-Waroq mengatakan : Bulan Rajab adalah bulan untuk MENANAM,  bulan Sya’ban adalah bulan untuk MENYIRAMI tanaman, dan bulan Ramadhan adalah bulan untuk MENDAPATKAN/MEMANEN  hasil dari tanaman tersebut.

3.       Amal terbaik adalah shalat lima (5) waktu tepat pada waktunya (awal waktu), sebab shalat adalah pintunya amal-amal kebaikan, jika baik shalat nya maka akan baik pula amal-amal lainnya, sebaliknya jika rusak shalatnya, maka rusak pula amal-amal lainnya.
Itulah jawaban Ibnu ‘Abbas r.a, kemudian oleh sahabat yang lain jawaban Ibnu ‘Abbas tersebut diberitahukan kepada Ali bin Abi Tholib r.a kemudian Ali pun berkata : Jika saja para Ulama, Ahli Hikmah dan ahli Fiqih dari timur sampai barat (seluruh dunia – red) ditanya akan tiga hal tersebut di atas pasti mereka akan menjawab sebagaimana jawabannya Ibnu ‘Abbas r.a, kecuali saya (Ali), menurut saya :
1.       Sebaik-baik amal adalah amalan yang diterima oleh Allah SWT.
Baik amalannya sedikit maupun banyak, sebab belum tentu amal kebaikan diterima oleh Allah SWT jika niat nya bukan semata-mata ber-ibadah pada Allah SWT melainkan ada maksud-maksud lain seperti ingin dipuji, ingin dihormati dan sebagainya, atau amal kebaikan namun cara nya tidak benar seperti bersedekah dengan menggunakan harta haram dan lainnya. Yang perlu digarisbawahi adalah jadikan amal kita diterima oleh Allah SWT.

2.       Sebaik-baik bulan adalah bulan dimana kita ber-Taubat kepada Allah SWTdengan Taubat Nasuha.
Taubat Nasuha menurut Ibnu Ibnu ‘Abbas r.a adalah Penyesalan di dalam hati, Istighfar (mohon ampun) dengan lisan, menghindar/menjauhkan (badan) dari berbuat maksiat dan bertekad untuk tidak kembali lagi berbuat sesuatu yang dilarang Allah SWT.
Sementara pendapat lain mengatakan Taubat Nasuha adalah Tidak menyisakan sedikit pun dari perbuatan kemaksiatan pada Allah SWT baik saat sendiri maupun ketika banyak orang.

3.       Sebaik-baik hari adalah hari dimana engkau keluar dari dunia menuju Allah(wafat) dalam keadaan ber-iman pada Allah SWT.
Tiada yang lebih indah kecuali hari dimana kita meninggal membawa ke-imanan pada Allah SWT, iman sesuatu yang nilai nya tak terhingga yang baru akan kita rasakan jika nyawa (ruh) telah berpisah dari badan ini, dari itu kita diperintah oleh Rasul SAW untuk senantiasa memperbaharui ke-imanan kita dengan mengucapkan kalimat Laa ilaha illallah, dimana dalam kalimat tersebut terkandung tidak ada yang patut disembah, tidak ada yang patut ditaati, tidak ada yang patut dimintakan pertolongan kecuali Allah SWT, tempat kita bergantung dalam hidup ini, berserah diri. Sebab ketergantungan kita pada makhluq akan berakhir pada kekecewaan, namun jika bergantung/berserah diri pada Allah SWT itulah langkah yang benar sebab Allah adalah sang Kholiq yang Maha tahu akan permasalahan-permasalahan makhluq-Nya.

Materi Kultum Dzuhur 18 September 2012 Di Masjid Jami’ Al-Ihsan

(Zulkarnain AH, RujukanKitab Nashoihul ‘Ibad Imam Nawawi Al-Bantani)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar