Home

Senin, 22 Oktober 2012

Tafsir Al-Qur'an QS Al-Baqoroh 97-101



Oleh:
Dr. A. Husnul Hakim IMZI

Disampaikan pada Kajian Tafsir Bulanan di Masjid Jami’ Al-Ihsan
Sabtu, 20 Oktober  2012


 


97. Katakanlah: "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.

98. Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.

§    Sabab nuzul ayat ini adalah suatu ketika salah seorang tokoh Yahudi duduk-duduk bersama Rasulullah, lalu dia bertanya kepada beliau, “Siapa Malaikat yg menurunkan wahyu kepadamu?” Beliau menjawab, “Jibril”. Mereka menimpali, “Seandainya yg menurunkan adalah Mikail, pasti kami akan beriman kepadamu. Sebab Jibril-lah yang banyak membuat kerusakan dengan menurunkan azab. Sedangkan Mikail pembawa rezeki dan rahmat.” Lalu turunlah ayat ini.

§    Alasan penolakan ini hanya mengada-ada/dibuat-buat saja. Sebab dengan begitu mereka punya alasan untuk menolak kerasulan Nabi Muhammad, bahkan dengan menyatakan bahwa mereka memusuhi Jibril, sebagai pembawa wahyu, berarti mereka secara tidak langsung juga memusuhi beliau dan Al-Qur’an.

§    Padahal, memusuhi malaikat Jibril pada kakikatnya memusuhi semuanya, termasuk Mikail yang mereka senangi, sebab kedua malaikat tersebut sama-sama memiliki tempat yang istimewa di sisi Allah. Bahkan, mereka juga memusuhi Allah, sebab semuanya, baik Allah, para malaikat maupun para rasul adalah sumber kebenaran (al-haqq), dan yang namanya al-haqq adalah tunggal. Menolak satu berarti menolak semuanya.

§    Ayat ini juga menjelaskan tentang fungsi Al-Qur’an, antara lain, membenarkan kitab-kitab sebelumnya, petunjuk kepada kebenaran, dan kabar gembira bagi kaum mukminin.

§    Term mukminin berarti orang Islam yang imannya sudah mantap. Dengan demikian, bisa dipahami bahwa Al-Qur’an akan memberi manfaat secara efektif, baik sebagai petunjuk dan kabar gembira bagi mukmin yang imannya sudah mantap, dan tidak ragu sedikit pun bahwa al-Qur’an akan membawanya kepada keselamatan dunia-akhirat



99. Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.

100. Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman.

101. Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).

           Ayat ini kembali menginformasikan kebiasaan buruk Yahudi sejak zaman dahulu, yaitu mendustakan ayat-ayat Allah dan para rasul, berpaling dari Al-Qur’an, dan khianat/ mengingkari janji.  Karena itu, ayat ini menjadi penghibur bagi Rasulullah dakwahnya selalu ditentang oleh mereka.




           Sekaligus ayat ini juga menghibur kita jika nasehat-nasehat kebenaran yang kita sampaikan tidak digubris. Itu hal yang biasa, sebab sikap penolakan terhadap kebenaran bukan hanya terjadi saat ini, tetapi sudah sejak lama, sebagaimana yang dialami oleh para nabi dan rasul.


           Kebenaran kerasulan Nabi Muhammad saw dan al-Qur’an sudah sangat jelas, tetapi bagi orang-orang yang fasik tetap saja tidak mau menerimanya.

           Mereka sesungguhnya tahu  bahwa hal itu benar –dalam konteks ini adalah tentang sifat-sifat Rasulullah dan keberadaan beliau sebagai Rasul terakhir– namun secara sengaja mereka buang karena tidak sesuai dengan keinginan hawa nafsunya.

           Ada beberapa sikap buruk Yahudi yang diungkap ayat ini:
-          Mendustakan ayat-ayat Allah dan bukti-bukti tentang adanya Allah dan tauhidullah (keesaan Allah)
-          Tidak bisa dipercaya dalam segala hal.
-          Mereka telah bergelimang dalam kesesatan yang sangat jauh sehingga tidak mungkin diharapkan keimanannya.
-          Mereka tidak membuang semua kebenaran yang ada dalam Taurat, tetapi hanya yang menyangkut Rasulullah saw, baik sifatnya maupun keberadaan beliau sebagai Rasul terakhir




RANGKUMAN

           Mentalitas kaum Yahudi yang buruk tersebut merupakan produk dari motivasi dan orientasi duniawi.  Siapapun akan melakukan hal yang sama sebagaimana Yahudi, jika ia bermental yang sama dengan mereka, yakni orientasi duniawi.

           Kebenaran hakikatnya satu, dan akan diditipkan kepada siapa yang Dia kehendaki, makanya ia bisa datang dari mana saja atau dari siapa saja. Kebenaran akan terhalangi dari diri seseorang jika ia memiliki rasa kebencian kepada yang membawa kebenaran. Sebagaimana kebencian Yahudi kepada Rasulullah karena didasarkan atas kedengkian.

           Tugas seorang rasul --termasuk para penerusnya– hanyalah “menyampaikan”. Bahwa ada yang menerima, menolak atau bahkan menentangnya itu sudah hal biasa, yang juga dialami oleh rasul terdahulu, makanya tidak perlu marah dan emosi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar