Tafsir
Surah al-Baqarah
49-53
Surah al-Baqarah
49-53
Oleh:
Dr.
A. Husnul Hakim IMZI
Disampaikan pada Kajian Tafsir Bulanan di Masjid Jami’ Al-Ihsan
Sabtu, 17 September 2011
AL-Baqarah:
49
§
Salah satu ni’mat yang paling
nyata bagi Bani Isra’il yang seharusnya diingat terus meneerus adalah mereka
diselamatkan dari kekejaman dan kebengisan Fir’aun yang sangat tidak manusiawi
(sebagaimana ni’matnya kemerdekaan yang diraih Bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda
dan Jepang)
§
Anugerah ini bukan saja milik
Bani Isra’il yang hidup pada masa nabi Musa, tetapi juga bagi generasi
setelahnya. Begitu juga kemerdekaan. Ia bukan saja anugerah bagi mereka yang
berjuang tetapi juga bagi generasi berikutnya. Bahkan generasi setelahnya
dituntut agar senantiasa mengisi kemerdekaan dg karya nyata yang membawa
manfaat bg semuanya. Jk tidak, maka bisa dianggap kufur ni’mat, sebagaimana
Bani Isra’il.
§
Selamatnya Bani Isra’il yang
lemah dari kekejaman Fir’aun yang sangat perkasa merupakan bukti konkrit atas
kebesaran dan kekuasaan Allah. Di tangan-Nya lah segala kekuasaan. Allah akan
memberi kekuasaan itu kepda siapa saja yang dikehendaki. Begitu juga, Dialah
yang mencabut kekuasaan itu dg mudahnya, bahkan terkadang dg cara yang sangat
sepele.
§
Kata bala’ berarti
“ujian, musibah, cobaan”, Kata ini bisa berkonotasi baik dan buruk (Qs.21:35).
Namun, ayat ini berkonotasi buruk. Artinya, peristiwa yang dialami oleh Bani
Isra’il adalah ujian dan cobaan yang sangat berat. Hal ini, bukan berarti
menyiksa mereka, tetapi justru mempersiapkan mereka agar memiliki jiwa yang
tegar dan kuat. Namun, sayang mereka tdk mampu menyadari akan hal itu, sehingga
prilakunya justru banyak menyimpang dari jalan kebenaran.
§
Allah akan senantiasa menguji
manusia dg kebaikan dan kebaikan, semata-mata untuk menyelamatkan jiwa mereka
demi mendapatkan posisi terbaik di akherat kelak.
AL-Baqarah:
50
§
Ayat ini menjelaskan ni’mat
yang lain. Yakni Allah mmebelah laut sehingga mereka bisa menyeberanginya.
Namun, peristiwa alam yang sangat dahsyat ini juga yang menenggelamkan Fir’aun
dan seluruh pengikutnya.
§
Ayat ini juga menginformasikan
bahwa Allah tidak akan kehilangan cara untuk menolong para kekasihnya yang
meyakini kekuasaan-Nya, terutama dalam kondisi yang sangat sulit. (lihat Qs.26:
61-63).
§
Oleh karena itu, jangan pernah
meragukan kekuasaan Allah dan jangan pernah berkecil hati. Sebab pertolongan
Allah terkadang tidak didahului dg hal-hal yang wajar, bahkan terkadang tidak
masuk akal. Yang pasti, Allah selalu berpihak kpd orang-2 yg hidup dlm
ketaqwaan.
§
Kata “kalian melihatnya” untuk
memberi kesan ni’mat penyelematan itu agar begitu terasa dan meresap dalam jiwa
mereka, sekaligus sebagai bahan pelajaran, baik bagi mreka maupun bagi generasi
setelahnya.
AL-Baqarah:
51-52
§
Allah telah memaafkan kesalahan
mereka, padahal termasuk kategori berat. Yakni mereka menyembah patung anak
sapi. Hanya gara-gara tidak sabar menunggu kedatangan Musa ketika “menemui”
Tuhannya selama 40 hari.
§
Sebenarnya Allah sudah berjanji
akan menurunkan untuk mereka suatu syari’at tertentu pasca tenggelamnya Fir’aun,
sesampai di kota
Mesir. Hanya saja mereka tidak sabar,
§
Mereka juga menuduh Musa telah
melarikan diri dari mereka, padahal hal itu untuk menjalankan perintah Tuhan
demi menerima ajaran-ajaran-Nya (Taurat) di bukit Tursina.
§
Bahkan, setelah mereka menunggu
beberapa hari, ternyata Musa tidak datang-datang, menganggap Musa telah
meninggal. Ini sebenarnya efek dari ketidaksabaran. Memang tidak sabar hanya
akan berakhir dengan kegagalan, kehancuran, kesia-siaan dan lain-lain.
•
Oleh karena itu, pemaafan ini
seharusnya dipahami sebagai anugerah bagi mreka. Sebab, jika kesalahan mereka
tidak dimaafkan pasti dampak dari kesalahan itu juga akan menimpa mereka,
sebagai generasi berikutnya. Oleh karena itu, menjadi sangat wajar jika mereka
diingatkan akan hal itu, agar mereka mampu menyukurinya dengan senantiasa
mengikhlaskan pengabdian kepada-Nya dan mengembangkan sikap-sikap kebajikan.
•
Penggunaan kata ثم pada kalimat ثم عفونا menunjukkan betapa besar
ampunan Allah kepada mereka melebihi besarnya kesalahan yang dilakukan
hamba-Nya. Ini bisa dipahami, jangan
berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah. Sebab, Allah akan mengampuni dosa
apa saja. Dia tidak peduli sebanyak dan sebesar apapun dosa itu.
Al-Baqarah:
53
•
Ayat ini menjelaskn tentang
ni’mat lain yang diberikan kpd nabi Musa yaitu kitab Taurat dan al-Furqan (pembeda)
•
Atau, secara umum ayat di atas
menunjukkan ni’mat turunnya syari’at Allah bagi manusia, sbb dg syari’at
seluruh persoalan manusia bisa terjaga dg baik dan lalu lintas kehidupan bisa
berjalan secara baik dan wajar.
•
Terkait dg al-furqan, paling
tdk, ada tiga kemungkinan penafsiran, yaitu :
•
Yang dimaksud “al-furqan”
adalah Taurat. Artinya Taurat itu
memiliki dua sifat, yaitu pertama kitab suci yang diturunkan dari “langit”,
kedua, sebagai pembeda antara yang haq dan batil
•
Al-Furqan adalah salah satu
yang dikandung oleh Taurat
•
Al-Furqan berbeda dg Taurat.
Al-Furqan bisa dipahami sebagai mu’jizat nabi Musa, spt, tongkat menjadi ular,
tangannya bisa bercahaya. Sbb mu’jizat itulah yg bisa menjadi pembeda antra yg
haq dan batil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar