Home

Kamis, 04 Oktober 2012

Tafsir Al-Qur'an QS 2 : 49-53



Tafsir
Surah al-Baqarah
49-53

Oleh:
Dr. A. Husnul Hakim IMZI

Disampaikan pada Kajian Tafsir Bulanan di Masjid Jami’ Al-Ihsan
Sabtu, 17 September 2011

AL-Baqarah: 49

§  Salah satu ni’mat yang paling nyata bagi Bani Isra’il yang seharusnya diingat terus meneerus adalah mereka diselamatkan dari kekejaman dan kebengisan Fir’aun yang sangat tidak manusiawi (sebagaimana ni’matnya kemerdekaan yang diraih Bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda dan Jepang)

§  Anugerah ini bukan saja milik Bani Isra’il yang hidup pada masa nabi Musa, tetapi juga bagi generasi setelahnya. Begitu juga kemerdekaan. Ia bukan saja anugerah bagi mereka yang berjuang tetapi juga bagi generasi berikutnya. Bahkan generasi setelahnya dituntut agar senantiasa mengisi kemerdekaan dg karya nyata yang membawa manfaat bg semuanya. Jk tidak, maka bisa dianggap kufur ni’mat, sebagaimana Bani Isra’il.

§  Selamatnya Bani Isra’il yang lemah dari kekejaman Fir’aun yang sangat perkasa merupakan bukti konkrit atas kebesaran dan kekuasaan Allah. Di tangan-Nya lah segala kekuasaan. Allah akan memberi kekuasaan itu kepda siapa saja yang dikehendaki. Begitu juga, Dialah yang mencabut kekuasaan itu dg mudahnya, bahkan terkadang dg cara yang sangat sepele.

§  Kata bala’ berarti “ujian, musibah, cobaan”, Kata ini bisa berkonotasi baik dan buruk (Qs.21:35). Namun, ayat ini berkonotasi buruk. Artinya, peristiwa yang dialami oleh Bani Isra’il adalah ujian dan cobaan yang sangat berat. Hal ini, bukan berarti menyiksa mereka, tetapi justru mempersiapkan mereka agar memiliki jiwa yang tegar dan kuat. Namun, sayang mereka tdk mampu menyadari akan hal itu, sehingga prilakunya justru banyak menyimpang dari jalan kebenaran.

§  Allah akan senantiasa menguji manusia dg kebaikan dan kebaikan, semata-mata untuk menyelamatkan jiwa mereka demi mendapatkan posisi terbaik di akherat kelak.


AL-Baqarah: 50

§  Ayat ini menjelaskan ni’mat yang lain. Yakni Allah mmebelah laut sehingga mereka bisa menyeberanginya. Namun, peristiwa alam yang sangat dahsyat ini juga yang menenggelamkan Fir’aun dan seluruh pengikutnya.

§  Ayat ini juga menginformasikan bahwa Allah tidak akan kehilangan cara untuk menolong para kekasihnya yang meyakini kekuasaan-Nya, terutama dalam kondisi yang sangat sulit. (lihat Qs.26: 61-63).

§  Oleh karena itu, jangan pernah meragukan kekuasaan Allah dan jangan pernah berkecil hati. Sebab pertolongan Allah terkadang tidak didahului dg hal-hal yang wajar, bahkan terkadang tidak masuk akal. Yang pasti, Allah selalu berpihak kpd orang-2 yg hidup dlm ketaqwaan.

§  Kata “kalian melihatnya” untuk memberi kesan ni’mat penyelematan itu agar begitu terasa dan meresap dalam jiwa mereka, sekaligus sebagai bahan pelajaran, baik bagi mreka maupun bagi generasi setelahnya.


AL-Baqarah: 51-52

§  Allah telah memaafkan kesalahan mereka, padahal termasuk kategori berat. Yakni mereka menyembah patung anak sapi. Hanya gara-gara tidak sabar menunggu kedatangan Musa ketika “menemui” Tuhannya selama 40 hari.

§  Sebenarnya Allah sudah berjanji akan menurunkan untuk mereka suatu syari’at tertentu pasca tenggelamnya Fir’aun, sesampai di kota Mesir. Hanya saja mereka tidak sabar,

§  Mereka juga menuduh Musa telah melarikan diri dari mereka, padahal hal itu untuk menjalankan perintah Tuhan demi menerima ajaran-ajaran-Nya (Taurat) di bukit Tursina.

§  Bahkan, setelah mereka menunggu beberapa hari, ternyata Musa tidak datang-datang, menganggap Musa telah meninggal. Ini sebenarnya efek dari ketidaksabaran. Memang tidak sabar hanya akan berakhir dengan kegagalan, kehancuran, kesia-siaan dan  lain-lain.

      Oleh karena itu, pemaafan ini seharusnya dipahami sebagai anugerah bagi mreka. Sebab, jika kesalahan mereka tidak dimaafkan pasti dampak dari kesalahan itu juga akan menimpa mereka, sebagai generasi berikutnya. Oleh karena itu, menjadi sangat wajar jika mereka diingatkan akan hal itu, agar mereka mampu menyukurinya dengan senantiasa mengikhlaskan pengabdian kepada-Nya dan mengembangkan sikap-sikap kebajikan.

      Penggunaan kata ثم pada kalimat ثم عفونا menunjukkan betapa besar ampunan Allah kepada mereka melebihi besarnya kesalahan yang dilakukan hamba-Nya.  Ini bisa dipahami, jangan berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah. Sebab, Allah akan mengampuni dosa apa saja. Dia tidak peduli sebanyak dan sebesar apapun dosa itu.


Al-Baqarah: 53

      Ayat ini menjelaskn tentang ni’mat lain yang diberikan kpd nabi Musa yaitu kitab Taurat dan al-Furqan (pembeda)

      Atau, secara umum ayat di atas menunjukkan ni’mat turunnya syari’at Allah bagi manusia, sbb dg syari’at seluruh persoalan manusia bisa terjaga dg baik dan lalu lintas kehidupan bisa berjalan secara baik dan wajar.

      Terkait dg al-furqan, paling tdk, ada tiga kemungkinan penafsiran, yaitu :
      Yang dimaksud “al-furqan” adalah Taurat.  Artinya Taurat itu memiliki dua sifat, yaitu pertama kitab suci yang diturunkan dari “langit”, kedua, sebagai pembeda antara yang haq dan batil
      Al-Furqan adalah salah satu yang dikandung oleh Taurat
      Al-Furqan berbeda dg Taurat. Al-Furqan bisa dipahami sebagai mu’jizat nabi Musa, spt, tongkat menjadi ular, tangannya bisa bercahaya. Sbb mu’jizat itulah yg bisa menjadi pembeda antra yg haq dan batil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar